Alkitab ditulis dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Walaupun terjemahan Hieronimus dalam bahasa Latin telah berperan besar dalam perkembangan teologi Kristen di Eropa pada zaman pertengahan, namun perkembangan bahasa setempat dan gerakan reformasi gereja telah mendorong berbagai terjemahan ke dalam bahasa masyarakat setempat pada abad ke-15 dan ke-16. Pada akhir abad ke-18, terjemahan Alkitab telah ditulis dalam bahasa-bahasa Eropa dan beberapa bahasa di luar Eropa, termasuk Melayu. Pada abad ke-19, semasa periode penyebaran karya misi, Alkitab diterjemahkan ke dalam ratusan bahasa daerah di Afrika, Asia, kepulauan Pasifik, dan Amerika. Pada saat ini Alkitab telah tersedia di dalam lebih dari 2.000 bahasa.
'Terpujilah Allah dan Bapa dari Tuhan kita, Kristus Yesus, yang sesuai dengan anugerah-Nya yang sangat besar, telah melahirkan kita kembali dalam pengharapan yang hidup melalui kebangkitan Kristus Yesus dari antara orang mati' (1 Petrus 1:3)